Langkah Transformatif Universitas Nusa Cendana Gelar Rapat Tinjauan Manajeman 2026



INDONESIA PEMBAHARUAN,KOTA KUPANG-  Di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Jefri S. Bale Universitas Nusa Cendana (Undana) memulai langkah transformatif dengan  menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tahun 2026 di Hotel Harper Kupang, Senin (23/2). 


Forum tertinggi dalam sistem manajemen mutu ini mengusung visi besar “World Class – Locally Relevant”, sebuah komitmen untuk membawa Undana bersaing secara global namun tetap memberikan dampak nyata bagi pembangunan di Nusa Tenggara Timur.


RTM perdana dalam masa jabatan Prof. Jefri Bale ini dirancang sebagai landasan strategis untuk menyelaraskan visi Asta Cita Presiden RI dan arah kebijakan Kemdiktisaintek dengan rencana kerja universitas.




Hilirisasi Riset dan Relevansi Lokal


Salah satu terobosan krusial dalam RTM kali ini adalah peluncuran program Riset Berdampak. Program ini difokuskan pada pengembangan riset multidisiplin yang menjawab tantangan spesifik wilayah NTT, seperti pengelolaan sumber daya laut, lingkungan tropis, kesehatan masyarakat, hingga kebijakan pembangunan di wilayah perbatasan dan lahan kering.


Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa RTM bukan sekadar rutinitas evaluasi internal, melainkan instrumen untuk memastikan kehadiran universitas sebagai solusi bagi persoalan daerah. Sebagai wujud nyata dalam kegiatan ini, Undana akan melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Provinsi NTT serta beberapa Pemerintah Kabupaten dan Kota dan mitra strategis non pemerintah.



“Kami berkomitmen agar setiap kebijakan dan program riset universitas memiliki relevansi lokal yang kuat. RTM ini menjadi ruang pemantapan program agar kualitas layanan akademik bermutu tinggi dan berdampak bagi pembangunan berkelanjutan,” ujar Prof. Jefri Bale.


Keterbukaan Informasi dan Digitalisasi Sistem


Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, RTM 2026 melibatkan elemen mahasiswa melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), serta pemangku kepentingan media. Langkah ini diambil untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam proses evaluasi serta perencanaan kinerja universitas.


Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama (BPKS) Undana, Yefry C. Adoe, S.E., M.AP., menambahkan bahwa sinkronisasi program dan anggaran tahun 2026 akan tetap berbasis pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK).



Dua Tahap Rapat Strategis


Agenda RTM kali ini dilaksanakan dalam dua tahap utama untuk memastikan efektivitas implementasi kebijakan:




RTM Tingkat Pimpinan (23-24 Februari): Berfokus pada penilaian maturitas, efisiensi pengelolaan keuangan, dan pengambilan keputusan strategis bersama unsur pimpinan tinggi universitas.


RTM Teknis (27-28 Februari): Melibatkan pimpinan program studi, unit penjaminan mutu (GKM/GPM), serta operator sistem informasi untuk optimalisasi Siadiknona sebagai sarana digitalisasi akademik dan penguatan situs web universitas.



Melalui penguatan tata kelola institusi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil, Universitas Nusa Cendana terus memantapkan posisi sebagai pusat keunggulan akademik yang unggul dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (Novie)